Blibli Friends Insight: Kenapa Enterpreneur Harus Guyub?
Posted by Superadmin on 19th September, 2018

Hi, Friends! The Big Start Indonesia tiba di kota terakhir tahun ini yaitu ibu kota tercinta DKI Jakarta!

Berlokasi di Gandaria City Jakarta Selatan, roadshow yang berlangsung dari tanggal 7-9 September 2018 ini menghadirkan para finalis The Big Start Indonesia dari season sebelumnya. Selain itu kita berkesempatan ngobrol sama salah satu pembicara yang merupakan ketua dari HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Jakarta Barat, Basuki Surodjo.

Pria yang akrab disapa Cak Bas telah bergabung dengan HIPMI sejak tahun 2013. Karena HIPMI adalah organisasi kader, Cak Bas bergabung pertama kali sebagai Kompartemen, setelah itu Cak Bas dipercaya menjadi Wakil Bendahara Umum. Barulah setelah pergantian pimpinan, Cak Bas dipercaya sebagai ketua umum HIPMI Jakarta Barat pada tahun 2017.

Pengalaman tersebut bagi Cak Bas adalah pengalaman menarik dan unforgettable. “Jadi pengalamannya gini, waktu itu pesaing saya minat untuk bersaing dengan saya, karena saya terus terang aja di HIPMI adalah sok kenal dan sok akrab, jadi makanya saya kalau ada orang gak kenal, saya kenalan. Karena tujuan saya ber-HIPMI itu mencari teman,” Cak Bas bercerita.

HIPMI Jakbar memiliki tagline ‘Bergerak’, karena sebelum pimpinan Cak Bas cenderung tidak bergerak. Saat ini HIPMI Jakbar sudah ada 60 anggota, yang sebelumnya hanya ada 2 anggota untuk JAKBAR. Menurutnya, keunggulan bergabung di organisasi pengusaha adalah karena mereka dapat bersinergi dengan Pemerintah Kota.

Cak Bas menerangkan bahwa HIPMI memiliki objektif yaitu beneath working, dan berteman. Karena dengan berteman jadi bisa berkolaborasi, dan akan bersinergi sampai akhirnya dapet bisnis. Saat ini HIPMI Jakbar sedang membentuk satu perusahaan atau wadah yang yang berkolaborasi sebanyak 20 orang dari HIPMI Jakbar. “Ini menjadi plasma kita, dengan ber HIPMI kita dapat bisnis. Dengan latar bisnis yang berbeda-beda menjadi satu,” tegasnya.

Menurut Cak Bas kondisi di Jakbar, secara bisnis adalah banyak yang bergerak di kuliner. Tetapi permasalahan utama dari teman-teman adalah masalah permodalan. “Makanya kemarin HIPMI Jakbar kita mengadakan seminar tentang bersinergi dengan bank. Jadi kendala utama adalah permodalan dan link. Kalau dengan HIPMI, misalnya saya punya customer di bisnis saya, dan saya butuh gimmick (bingkisan/souvenir) tinggal kenalin ke temen dari HIPMI. Contoh lain kita butuh seragam, tinggal ngehubungin temen dari HIPMI, dari pada sama yang lain, mending dari sini. Tinggal ngomong di grup apa aja ada,” jelas Cak Bas sumringah.

Cak Bas juga sangat mengapresiasi jenis acara seperti TBS. Bagi Cak Bas TBS itu sangat memberikan apresiasi kepada mereka yang berusaha. “Karena tidak bisa dipukul rata. Manusia yang jualannya banyak, cerdas, hebat harus diberikan apresiasi, penghargaan. Saya juga membuka merchant di blibli, yaitu merchant casing handphone,” Cak Bas bercerita.

Topik yang Cak Bas bahas saat talkshow adalah untuk mengenalkan HIPMI kepada teman-teman, bahwa dengan adanya komunitas HIPMI teman-teman bisa bergabung dan belajar untuk berani menjadi pengusaha. “Kita akan sharing-sharing biar keberanian itu muncul. Rangkumannya adalah jadi pengusaha jangan takut, berani aja dulu, dengan berani pasti akan ada jalan,” Cak Bas menutup dengan mantap.

text by: Rayi Bintang Mahardhika